Ari Lasso Merasakan Perbedaan Konser Dewa19

Ari Lasso Merasakan Perbedaan Konser Dewa19

Ari Lasso Merasakan Perbedaan Konser Dewa19 – Kehilangan Ahmad Dhani dari konser Dewa19 yang menjadikan panggung terasa ada yang kurang. Meskipun posisinya telah digantikan oleh sang anak.

GRUP musik Dewa 19 Reunion menghibur para penggemarnya, ‘Baladewa’, di Stadium Malawati, Shah Alam, Selangor, Malaysia, Sabtu (2/2/2019) pekan lalu.

Dalam acara tersebut, Ahmad Dhani sebagai leader dan juga kibordis, tidak bisa mengisi posisinya karena sedang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, atas kasus ujaran kebencian.

Posisi Ahmad Dhani lantas digantikan oleh putra bungsunya, Abdul Qodir Jaelani alias Dul, yang diyakini bisa memberikan komposisi yang baik dalam tubuh Dewa 19.

Ari Lasso yang tergabung dalam Dewa 19 Reunion feat Ari Lasso & Once Mekel Concer mengatakan, itu adalah kali kedua Ahmad Dhani tidak bisa ikut manggung bersama Dewa 19 feat Ari Lasso dan Once Mikel.

Yang pertama ketika Dewa 19 feat Ari Lasso dan Once Mikel manggung di Melbourne, Australia, dan yang kedua di Malaysia.

“Pertama saat Dul kecelakaan dulu ya. Kedua yang kemarin ini, dan gantian dul yang menggantikan Dhani,” kata Ari Lasso, ditemui di sela acara di Hotel Ibis Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Menurut Ari Lasso, ada yang beda dari musik Dewa 19 tanpa Ahmad Dhani di atas panggung. Menurutnya, absennya Ahmad Dhani membuat lagu Dewa 19 pincang.

“Ya tentunya kalau secara musikal ada yang kurang ya, dan jadi pincang. Karena terus terang cara bermain kibor Dhani itu di Dewa saya rasa tidak bisa digantikan pemain kibor sejago apa pun,” ucapnya.

“Siapa pun atau lebih jago dari pada Dhani pun susah menggantikannya. Karena memang nyawanya ada di jari dia (Dhani). Tapi dengan ketiadaan Dhani dan digantikan Dul, itu juga memberikan suasana tersendiri yang belum kita dapati selama ini,” paparnya.

Ari Lasso menjelaskan, jika ada Ahmad Dhani, formasi Dewa 19 Reunion sangatlah lengkap dan penuh dengan canda tawa. Saat Dul yang mengisi posisi Ahmad Dhani, suasana manggung menjadi lebih fokus dan serius.

“Kalau kemarin bersama Dul itu lebih banyak fokus, karena kita support si Dul supaya lebih berkonsentrasi. Karena memang untuk menghafal lagu sekian banyak dalam waktu sesingkat itu tidaklah mudah,” jelas Ari Lasso. (Arie Puji Waluyo).

Nagita Slavina Rilis Lagu Baru

Nagita Slavina Rilis Lagu Baru

Nagita Slavina Rilis Lagu Baru – Video lagu “Menerka-nerka” menjadi perbincangan hangat di Youtube Channel  Rans Entertainment yang menceritakan rasa kepercayaan dan kesetiaan.

Belakangan istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina merilis single baru berjudul Menerka Nerka.

Single baru Nagita Slavina ini diproduseri langsung oleh sang suami, Raffi Ahmad dan menceritakan tentang arti kesetiaan seorang wanita pada pasangannya.

Tak pelak, single baru Nagita Slavina ini pun membuat banyak pendengar mengira lirik lagi itu ditujukan untuk Raffi Ahmad.

Sebagaimana kita tahu, rumah tangga dua sejoli ini memang banyak menyita perhatian publik. Apalagi setelah gosip tentang hadirnya orang ketiga datang dan menghampiri kehidupan Raffi dan Gigi.

Namun, nyatanya Raffi dan Gigi membuktikan kekuatan cintanya tanpa harus menanggapi gosip secara berlebihan.

Keduanya bahkan selalu menunjukkan romantisme dan keharmonisan berdua di media sosial. Di tengah gosip yang selalu datang, sosok Gigi kerap kali digambarkan sebagai istri yang sangat sabar.

RUU Permusikan Akan Berguna Bagi Anak-Anak

RUU Permusikan Akan Berguna Bagi Anak-Anak

RUU Permusikan Akan Berguna Bagi Anak-Anak – Menolak keberadaan RUU Permusikan yang serupa dengan musisi lainnya, Ashanty Berharap RUU Permusikkan dapat berguna untuk anak-anak.

Ashanty ikut menyuarakan aspirasinya untuk Rancangan Undang-Undang Permusikan Indonesia. Istri dari Anang itu mengaku bahwa RUU Permusikan sangat penting untuk anak-anaknya kelak yang juga bakal berkarya di kancah musik Indonesia.

“Ini bukan buat kita tapi buat anak-anak kita kedepan. Buat Aurel, buat Arsi buat semua generasi ke depan agar semua bisa. Enggak kaya kita gitu, mereka bermusik, mereka menciptakan lagu, mereka berkarya bisa mendapatkan hasilnya,” ujar Ashanty saat ditemui di Gedung DPR Senayan.

Hal itu membuatnya semakin yakin bahwa dengan adanya persatuan para musisi Indonesia RUU Permusikan Indonesia dapat segera terealisasikan.

Padahal, Ashanty sudah sering mendengar bahwa perjuangan tentang kejelasan Undang-Undang Permusikan Indonesia sudah disuarakan lebih dulu oleh Bob Tutupoli bahkan Ian Antono, namun tak pernah didengar.

Hal tersebut mencerminkan keseriusan para musisi untuk menggarap Undang Undang tersebut.

“Iya aku bangga banget sama suami aku yang masuk DPR memperjuangkan sesuatu, jadi ada hasilnya, ada kerjaannya disini. Aku dengar lihat Om Bob Tutupoli, Om Ian Antono bilang berpuluh-puluh tahun memperjuangkan ini tapi enggak didenger Alhamdulilah dengan semua Artis yang ada disini dan sekarang mas Anang lagi berkolaborasi juga dengan ketuanya Glenn Fredly sama-sama memperjuangkan RUU tentang musik,” tukasnya.

Memang segenap rekan para artis datang bahkan menyuarakan tentang Undang Undang tersebut.

Mengenai Kreativitas Musisi Rian D'Masiv Desak Pemerintah Agar Tak Batasi

Mengenai Kreativitas Musisi Rian D’Masiv Desak Pemerintah Agar Tak Batasi

Mengenai Kreativitas Musisi Rian D’Masiv Desak Pemerintah Agar Tak Batasi – Saat ini sedang dalam perbincangan soal RUU Permusikan, banyak musisi-musisi yang berkomentar soal hal tersebut salah satunya Rian D’masiv masih mendesakan Pemerintah agar tidak membatasi Kreativitas musisi.

Beberapa pasal itu dinilai kurang mendukung kemajuan industri musik karena dirasa hanya akal-akalan pemerintah agar bisa mengatur musisi sepenuhnya. Pasal-pasal kontroversial yang digarisbawahi oleh sebagian musisi adalah Pasal 5 yang berpotensi membatasi kreativitas musisi.

Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan menuai pro dan kontra di kalangan para musisi. Beberapa musisi bahkan secara terang-terangan menolak RUU itu disahkan menjadi Undang-Undang mengingat beberapa pasalnya berpotensi untuk memberatkan di kemudian hari.

Tak hanya itu, pasal uji kompetensi musisi juga menjadi sorotan vokalis D’Masiv tersebut. Sebagai seorang musisi otodidak, ia merasa kurang setuju jika semua musisi harus ikut uji kompetensi untuk mendapatkan predikat musisi.

Rian D’Masiv menjadi musisi yang kontra dengan adanya pasal tersebut. Baginya, seni justru bisa tercipta dari kebebasan seseorang dalam berekspresi. “Jadi kalau sampai kreativitas musisi diatur ya tidak akan ada lagi lagu-lagu tentang kritik sosial. Hal-hal seperti itu perlu ada, karena merupakan bagian dari seni,”

“Gue itu musisi otodidak, bahkan The Beatles juga. Kalau enggak otodidak ya tak bakal ada tuh lagu legendaris seperti Let It Be. Karena sebenarnya 99 persen dari lagu itu adalah rasa. Skill itu hanya beberapa persennya saja,” imbuh musisi bernama asli Rian Ekky Pradipta tersebut.

Pasal 5 RUU,Anang Hermansyah Tertampar Soal Permusikan

Pasal 5 RUU,Anang Hermansyah Tertampar Soal Permusikan

Pasal 5 RUU,Anang Hermansyah Tertampar Soal Permusikan – Terkait pembahasan RUU permusikan, Anang Hermansyah dan sejumlah musisi yang membahas soal Pasal 5 yang memuat banyak larangan bagi musisi dianggap berbahaya.

Yang mengejutkan, Pasal 5 masuk ke dalam RUU Permusikan bukan hasil dari pemikiran para pembuat undang-undang. Isi pasal tersebut ternyata hasil copy paste dari sebuah materi, yang entah dari mana sumbernya.

“Nah itu dia. Tadi Anang cukup tertampar dari statement Marcell Siahaan bahwa ini RUU ini diambil dari orang lain (copy paste), dan kemudian redaksinya diubah, itu kan tolol. Ini kan ngurusin orang banyak tapi nggak serius bikinnya,” kata Sandy Pas Band yang ditemui usai acara.

Namun menurut Sandy, Anang membuat RUU Permusikan atas dasar Konfresi Musik yang dilakukan di kota Ambon, beberapa waktu lalu.

“Nah, Itu tidak tercetus (di konferensi Musik) jadi Anang cuma bilang bahwa ini ada karena masukan dari teman-teman musisi lainnya juga. Ya dari Ambon waktu itu, diskusi dengan berbagai musisi, tapi nggak tercetus Pasal 5 itu dari siapa,” ungkap Sandy.

Sandy menegaskan menolak Pasal 5 dalam RUU Permusikan. Jika sampai disahkan, pasal tersebut akan sangat berbahaya bagi para musisi.

“Musisi berkarya ya harus bebas berkreativitas. Tanggungjawab itu kan kita ke Tuhan aja, karena itu kan anugerah dari yang Tuhan kasih,” jelasnya Sandy Pas Band.

“Kalau ada anggota DPR kerjanya tidur doang lalu ada yang bikin lagu tentang itu kan udah nggak bisa dijadiin karena itu adalah sebuah hal negatif karena itu kreatifitas dalam berkarya,” sambung Sandi.

Seperti diketahui, RUU Permusikan sudah diajukan sejak 2017. Namun isi dari draf RUU Permusikan yang terbaru dianggap cukup mengganggu musisi dan mereka menganggap banyak pasal yang berpotensi menjadi pasal karet.

Pasal yang dikhawatirkan menjadi pasal karet di antaranya adalah Pasal 5 yang isinya larangan bagi para musisi seperti membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi hingga membuat musik provokatif.

Selain itu juga ada Pasal 32 di dalam RUU Permusikan yang mewajibkan para musisi untuk mengikuti uji kompetensi.

1 13 14 15