Heidi Kembali Merilis Lagu Berdasarkan Pengalaman Pribadinya

Heidi Kembali Merilis Lagu Berdasarkan Pengalaman Pribadinya

Forummusikindo.comPenyanyi muda Heidi, yang dikenal dengan julukannya di panggung “The Girl with the Hair”, menghasilkan karya terbaru dengan single “As Long As”. Sebelumnya, ia merilis single pertamanya “Soon Findland”, yang menceritakan suasana hatinya.

Kini, puteri kedua dari musisi Donny Aryanto itu kembali menulis sebuah single dengan tetap mengambil dari pengalaman pribadinya. Sama seperti debutnya, “As Long As” merupakan lagu yang diciptakan oleh Heidi sendiri. Single terbaru Heidi ini dikemas dengan menambahkan bermacam-macam elemen musik. Meskipun terkesan sedikit rapuh, namun isi dan inti lagu ini tetap menonjolkan sisi keberanian.

“As Long As” menceritakan perjalanan hidup Heidi dalam industri musik, baik itu selama menjadi musikus maupun kehidupannya sebagai seorang wanita biasa.

Menjadi Diri Sendiri
Di sini, Heidi ingin mengungkapkan bahwa dalam bersosialisasi, seseorang tidak perlu berubah dan harus tetap menjadi diri sendiri. Terutama dalam kapasitasnya sebagai musikus.

“Sebagai individu yang kreatif dan berbeda, saya selalu dibandingkan atau dipaskan dengan standar yang ada di masyarakat, yang sebetulnya hal tersebut dibentuk dari sekelompok individu dalam lingkungan kita atau social construct, yang menuntutnya untuk berubah,” kata Heidi dalam keterangannya kepada wartawan, baru-baru ini.

Heidi pun mengaku bahwa lagu ini diciptakannya karena selama hidupnya, ia merasa selalu dituntut untuk memenuhi ekspektasi yang berlebihan dari orang-orang di sekitarnya. Terlebih, dirinya yang seorang wanita malah dituntut untuk berbuat ini dan itu termasuk di dunia musik.

“As long as I wil be me, dalam artian jangan suruh-suruh saya dan jangan ubah-ubah, karena saya mau menjadi diri sendiri,” ujarnya saat menjabarkan definisi dari judul lagunya.

Baca juga : Noah Butuh 3 Tahun Selesaikan Lagu WanitaKu

Berbahasa Inggris
Menggunakan lirik berbahasa Inggris, lagu ini lebih bisa mengungkapkan perasaan dengan lebih jujur. Namun Heidi mengaku harus lebih berhati-hati dalam memilih diksi. Dengan alunan pure folk, lagu ini sedikit lebih ramai dari karya sebelumnya. Terdengar lebih country, bisa dibilang single “As Long As” ini lebih bernuansa Amerika. Lagu ini diharapkan dapat menyentuh para pendengar, terutama wanita yang punya pengalaman seperti dirinya, tidak dapat berbaur dengan lingkungan. Lewat “As Long As”, Heidi ingin membuat lagu yang jujur dari hati dan didedikasikan kepada orang-orang yang tertekan, minoritas, para perempuan yang bernasib sama dengan dirinya.

“Saya dedikasikan lagu ini kepada orang orang yang tertekan, minoritas, perempuan, misfits, musician, dykes, simply siapapun yang dibuat merasa oleh lagu ini, no matter the age, background, race. This song is to represent all,” terang Heidi.

Proses composing dan recording lagu ini turut dibantu oleh beberapa musikus dari Passion Vibes (Abe Belanegara & Abraham Edo) dan juga Tommy Utomo.

DJ Sumantri Jadi juri Di Electronic Music

DJ Sumantri Jadi juri Di Electronic Music

Forummusikindo.com – Perkembangan musik elektronik semakin maju dengan perayaan kontes penghasil musik elektronik (EMPC). Acara yang diselenggarakan oleh ICEPERIENCE.ID ini sebenarnya adalah forum bagi para produsen musik digital di Indonesia. Salah satu juri adalah DJ Sumantri.

DJ Sumantri memberi sedikit ‘contekan’ bagi para peserta agar karya mereka bisa lolos seleksi dewan juri. Pertama, dari sisi musikalitas dirinya menganggap kreativitas menjadi faktor penting bagi para juri dalam menentukan siapa yang akan lolos seleksi.

“Peserta yang pasti mencuri perhatian juri adalah dia yang memiliki inovasi besar dari sisi musiknya, terutama yang bisa memadukan musik lintas genre dan bisa mengeksplorasi musik nya lebih dalam lagi. Itu yang paling penting buat saya,” kata DJ Sumantri dalam keterangannya kepada wartawan, baru-baru ini.

Hal kedua, lanjut DJ Sumantri, ialah attitude dalam bermusik. Ia berharap para peserta memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan juga kepercayaan diri yang tinggi. “Kenapa, karena dua hal itu sangat berpengaruh di industri musik saat ini. Kepercayaan diri penting karena kalau tidak percaya diri, bagaimana karyanya mau dinikmati orang lain? Lalu keberanian untuk mengambil keputusan sehingga musik yang dihasilkan bukan ikut-ikutan dari karya orang lain,” ujar Dj Sumantri. Lebih lanjut, DJ Sumantri berharap para produser musik digital bisa memanfaatkan EMPC sebagai ajang memperluas kemampuan bermusik dan jaringan mereka. “Karena saya melihat EMPC ini sebuah kesempatan besar bagi produser-produser Indoensia untuk menunjukkankarya mereka dengan skala yang lebih luas. Ini kesempatan besar untuk bersaing tanpa batas,” tandas DJ Sumantri.

Baca juga : Vidi Dan Vadi Buat Proyek Musik Berbeda Tahun Ini.

Kolaborasi
Nantinya, pemenang EMPC akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan Sean Miyashiro, Founder dari 88 Rising, sebuah perusahaan mass media yang bermarkas di New York, Amerika Serikat. Hal ini selaras dengan komitmen ICEPERIENCE.ID yang ingin membentuk ekosistem musik elektronik Tanah Air lebih berkualitas sehingga talent –talent lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan diperhitungkan di level Internasional. Pemilihan Sean Miyashiro sebagai kolaborator dari 88 Rising tak lepas dari rekam jejak 88 Rising yang sekarang ini sedang naik daun sebagai label dunia yang menelurkan penyanyi bertaraf internasional seperti Rich Brian, NIKI, Joji, dan Higher Brothers.

“Sehingga diharapkan bisa menjadi motivasi untuk produser musik Indonesia supaya bisa berkiprah di panggung Internasional,” ujar Diopsaputra, perwakilan ICEPERIENCE.ID.

Pendafataran
Sejak pendaftaran dibuka pada 15 Mei lalu, tak kurang 200 peserta mendaftarkan diri dan mengirimkan hasil karya mereka. Pendaftaran masih terbuka hingga 30 Juni 2019. Seluruh karya yang masuk akan diseleksi oleh para dewan juri yang terdiri dari DJ Winky Wiryawan, Riri Mestica, DJ Sumantri, Eka Gustiwana, DJ Haji, Fajar Juliawan, Lawrence Philip (SAE Institute Jakarta), serta Sean Miyashiro. Setelahnya, juri akan mengumumkan 10 finalis dan menjalani karantina selama tiga hari hingga tersaring tiga terbaik.

Trik Mencari Dana Pensi Dengan Cara Yang Pasti

Trik Mencari Dana Pensi Dengan Cara Yang Pasti

Forummusikindo.com – Bukan hal yang aneh, jika para siswa benar-benar ingin merayakan pensi di sekolah mereka. Di sisi lain, label sekolah favorit terkadang tidak cukup untuk dilihat dari pencapaiannya. Seberapa sering sebuah sekolah memiliki pensi baru, akan menjadi titik acuan tersendiri untuk memberikan label bergengsi atau tidak.

Hanya untuk mewujudkan pensi itu tidak mudah untuk mengatakan bimsalabim. Belum lagi yang hebat, terkadang sulit untuk mati karena pemikiran biasa-biasa saja. Beberapa dari hal-hal berikut umumnya menjadi kendala, sehingga tidak sedikit siswa sekolah menengah yang akhirnya membatalkan perjalanan ke sekolah.

Bintang tamu yang diundang
Tanpa bintang tamu, pensi tahu tumpul. Namun, tarif bintang tamu mahal, itu juga menjadi kendala bagi siswa sekolah menengah, untuk membuat pensi tidak hanya meriah, tetapi juga hebat. Bahkan, bahkan jika sekolah itu mahal, kadang-kadang masih perlu untuk menarik sponsor untuk menarik bintang tamu.

Baca juga : Meski Gagal Yotari Kezia Terus Bernyanyi

Tidak ada persiapan dana sejak awal
Walaupun biasanya dilakukan setahun sekali, tetapi panitia tidak tetap, yang berarti bahwa beberapa sekolah tidak memiliki dana khusus untuk dana pensi. Terutama selama pelaksanaan, pensi dikelola hampir sepenuhnya oleh siswa, itu wajar bahwa persiapan awal dana hampir tidak terpikirkan. Jadi, setiap kali Anda membuat pensi baru, modal sebenarnya nol rupee.

Kesulitan menemukan sponsor
Kenyataan tidak memiliki pensi mungkin juga disebabkan oleh kesulitan para siswa mencari sponsor. Selain membuat proposal yang tidak benar, bisa jadi status Anda sebagai siswa dengan pengalaman minimal dalam mengadakan acara besar menjadi pertimbangan bagi sponsor untuk menarik dana atau tidak.

Sekarang saya yakin bahwa dana pensi tidak akan datang sendiri? Jadi, untuk siswa sekolah menengah yang benar-benar ingin melakukan acara Pensi di sekolah, tetapi mereka juga membutuhkan dana untuk mewujudkannya, cukup bergabung dengan Hiventory. Selain lebih aman, Anda dapat dengan mudah mendaftar di sini.