Kakak Adik Yang Berkarier Jadi Penyanyi

Kakak Adik Yang Berkarier Jadi Penyanyi

Forummusikindo.com – Biasanya, talenta musik diperoleh secara turun-menurun. Maka dari itu, kamu sering melihat kakak adik yang sama-sama terjun di dunia permusikan. Namun, keduanya lebih sering saling mendukung satu sama lain, daripada berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Di Indonesia, kamu bisa menemukan beberapa penyanyi yang ternyata memiliki hubungan darah. Suara keduanya, biasanya sangat mirip, apalagi saat berduet! Yuk, cari tahu siapa aja sih kakak adik yang jadi penyanyi Indonesia?

1. Rara Sekar dan Isyana Sarasvati
Isyana Sarasvati, penyanyi Indonesia yang namanya melambung sejak single pertama berjudul Keep Being You pada tahun 2014. Ternyata, ia memiliki seorang kakak perempuan yang berprofesi sebagai penyanyi juga, Rara Sekar. Kakak Isyana ini pernah tergabung dalam kelompok musik indie bersama Ananda Badudu, yakni Banda Neira.

Banda Neira telah ada sejak tahun 2012, tetapi berakhir pada tahun 2016. Kini, Rara Sekar tergabung dalam suatu project, bernama Daramuda dengan Danilla dan Sandrayati Fay. Tak hanya itu, Isyana dan Rara juga pernah berduet untuk mengisi soundtrack film Milly dan Mamet, dengan lagu berjudul Luruh.

2. Yuni Shara dan Krisdayanti
Buat kamu yang menggemari lagu-lagu hits legendaris, pasti tidak asing dengan nama Yuni Shara dan Krisdayanti. Yuni Shara telah mewarnai kancah permusikan Indonesia dengan album pertamanya pada tahun 1991. Sedangkan, Krisdayanti sendiri hadir sejak tahun 1987 dengan album pertamanya berjudul Biasa Saja.

Pada tahun 2011, Krisdayanti, Yuni Shara dan Iis Dahlia merilis lagu berjudul Nurlela. Duet ketiga penyanyi ini mendapat pujian, karena karakteristik suara yang berbeda-beda. Kini, Krisdayanti masih disibukkan dengan manggung di berbagai kota, begitu juga Yuni Shara.

3. Vidi Aldiano dan Vadi Akbar
Vidi Aldiano telah berhasil menarik masyarakat Indonesia dengan debut lagunya yang berjudul Nuansa Bening pada tahun 2009. Ia tak hanya berhasil mengeluarkan empat album, melainkan juga sempat bermain dalam serial televisi Stereo.

Pada tahun 2014, jejak kesuksesan Vidi Aldiano diikuti oleh adiknya, Vadi Akbar. Laki-laki kelahiran 1995 ini, mengeluarkan single pertamanya yang berjudul Jangan Salah. Bila Vidi Aldiano memilih pop sebagai genre lagunya, Vadi lebih pada jazz dan swing. Keduanya memiliki lagu yang sama-sama easy listening, lho!

4. Dewi Lestari dan Arina Ephipania (Mocca)
Siapa yang tidak mengenal Dewi Lestari? Sosok penyanyi sekaligus penulis novel ini sangat terkenal di Indonesia. Awal mulanya, Dewi Lestari tergabung dengan trio penyanyi bernama RSD, bersama Rida Farida dan Sita Nursanti yang bubar pada tahun 2003. Dewi Lestari atau biasa dipanggil Dee merilis album solonya pada tahun 2006 dan 2008.

Kalau kamu penggemar musisi indie, pasti sering mendengar nama Mocca. Band dengan vokalis bernama Arina Ephipania ini berdiri sejak tahun 1997. Ternyata, sang vokalis adalah adik dari Dewi Lestari. Keduanya pernah berduet dalam album Rectoverso milik Dewi Lestari pada tahun 2018 dengan lagu berjudul Aku Ada.

5. Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru (GAC)
GAC, kelompok musik yang terkenal lewat Youtube ini dikabarkan akan segera menyelenggarakan goodbye stage di akhir Agustus mendatang, seperti dilansir dari Twitter milik Gamaliel. Dua dari tiga anggota GAC adalah kakak-adik, Gamaliel dan Audrey.

Keduanya lahir dari keluarga dengan talenta musik yang mumpuni. Awal mulanya, Gamaliel dan Audrey memiliki channel YouTube yang digunakan untuk menunjukkan talenta bermusik mereka. Meskipun bermula dari iseng, mereka memutuskan mengajak Cantika untuk bergabung menjadi GAC.

Baca Juga : Beberapa Musikus Legendaris Indonesia

6. Katon Bagaskara dan Nugie
Katon Bagaskara, penyanyi legendaris yang tergabung dalam KLa Project ini memiliki adik laki-laki bernama Nugie. Bila sang kakak memulai karier dengan KLa Project pada tahun 1988, Nugie merilis album pertamanya pada tahun 1995. Keduanya saling mendukung karir masing-masing, bahkan Katon sempat membantu karir bermusik Nugie dengan menjadi produsernya.

Kamu pasti telah sering mendengar lagu hits milik KLa Project, mulai dari Yogyakarta hingga Tak Bisa ke Lain Hati. Tak kalah hits dengan sang kakak, Nugie juga mengeluarkan lagu yang sangat diingat penggemar musik Indonesia, berjudul Burung Gereja.

7. Petra Sihombing dan Ben Sihombing
Pada tahun 2009, Petra Sihombing merilis album berjudul sama dengan namanya. Namun, kamu mungkin lebih mengenal lagu hits miliknya berjudul Mine yang dirilis pada tahun 2014. Menariknya, sebagian dari kamu mungkin tidak sadar bahwa lagu tersebut hasil duet dari Petra dan Ben.

Ben Sihombing sendiri pertama kali merilis single miliknya berjudul Set Me Free pada tahun 2016. Karier bermusik kekasih Cindercella ini sebagian besar diproduseri oleh sang kakak, Petra Sihombing. Keduanya saling membantu untuk menciptakan karya-karya yang berkesan, lho!

Abeliano Terinspirasi Garap Single Perdana

Abeliano Terinspirasi Garap Single Perdana

Forummusikindo.com – Penyanyi muda bernama abeliano Marchi Tamala yang akrab dipanggil Abeliano, memulai debutnya sebagai penyanyi dengan single “Now That You’re Gone”. Single tersebut dirilis pada akhir pekan lalu di Jakarta.

Masih berusia 18 tahun, Abeliano sudah mampu menunjukkan keahliannya sebagai musikus multi talenta. Bahkan, penulis dan komposer lagu perdananya ini adalah Abeliano sendiri.

“Now That You’re Gone” merupakan lagu Abeliano yang beraliran pop dengan tema cinta. Liriknya menceritakan seorang pria yang pernah mencintai seseorang wanita. Pria ini memberikan seluruh kasih sayangnya dengan harapan agar sang wanita kelak akan menjadi jodohnya.

Namun wanita tersebut tiba-tiba menghilang dan meninggalkan si pria dari hidupnya tanpa alasan. Sehingga si pria meluapkan penyesalannya. Ia lalu berkhayal dan memohon agar wanita tersebut kembali dan tidak meninggalkan dirinya.

Pengalaman Sendiri

Pria dalam lagu ini diibaratkan telah merasakan bahwa hari-hari yang ia jalani bersama wanita pujaannya merupakan perasaan unik yang tak akan ia lupa dan lepas begitu saja. Kini, pria tersebut harus menerima kenyataan dan mengakui bahwa kekasihnya telah pergi dan tidak akan kembali.

Baca Juga : Beberapa Fakta Menarik D’Masiv

Kepada wartawan, Abel mengaku bahwa lagunya ini terinspirasi dari pengalamannya sendiri. Di tengah kegundahannya, tiba-tiba saja terlintas ide untuk membuat lagu ini.

Lahir di Jakarta, 8 Maret 2001, Abel sudah mengenal musik sejak usia 3 tahun, Saat itu, ia suka berjoget dan bernyanyi bila mendengar lagu-lagu Bon Jovi, Westlife dan banyak lagi. usia 7 tahun ia diajarkan ayahnya bermusik.

Awalnya Ingin Main Sepak Bola

Penyanyi yang tergabung dalam management artis Ent-Inc ini awalnya ingin menjadi pemain sepakbola profesional. Abel pernah ikut berlatih di klub sepakbola di Belanda dan Spanyol. Ketatnya persaingan membuat Abel menekuni hobi bermusik.

Ketika usianya sudah 17 tahun, Abel menyadari bahwa bakatnya dalam bernyanyi harus terus diasah. Pada 2018, Abel mengikuti kursus vokal privat dengan penyanyi teater selama 2 bulan di Madrid, Spanyol.

Sejak itulah Abel mulai menulis lagu dan mendalami ilmu bermusiknya. Selain belajar vokal, instrumen musik lain yang dikuasainya adalah gitar dan drum. Hingga kini, telah banyak lagu yang diciptakan Abel dan akan direkam dalam bentuk single.

michael jackson

Sosok Penyanyi Yang Mengukir Sejarah

Forummusikindo.com – Sahabat forum musik indo kali ini kita akan membahas siapa-siapa sajakah penyanyi legendaris menurut forummusikindo.com. Namun penyanyi – penyanyi yang kali ini kita bahas berasal dari negara luar ya sahabat forum music. Mungkin sebagian dari penyanyi legenda ini ada yang sempat sangat buming di seluruh dunia di karenakan kematiannya jadi mari kita lihat siapa – siapa sajakah penyanyi legenda menurut forum musik indo kali ini.

John Lennon

John Lennon, salah satu penyanyi terbesar abad 20 ditembak seseorang 8 Desember 1980 di New York, Amerika Serikat. Pentolan The Beatles mengembuskan napas di tangan penggemarnya sendiri.
Mark David Chapman membunuh idolanya karena menganggap John Lennon telah menistakan agama.
John Lennon pernah menimbulkan kontroversi dengan menyebut bahwa dirinya dan The Beatles lebih terkenal dari Yesus. Hal itu yang membuat sang pembunuh geram.

Marvin Gaye

Marvin Gaye mengubah sejarah lewat industri musik soul, mengalami nasib yang lebih mengenaskan. Marvin Gaye menghembuskan napas terakhir dalam usia 44 tahun, di tangan ayah kandungnya, Marvin Gaye Sr.

Semua itu terjadi saat Marvin Gaye tengah berbincang dengan sang ibu. Sebuah sumber menyebutkan, Marvin Gaye terlibat pertengkaran dengan orangtuanya. Ayahnya mengeluarkan timah panas ke arah Marvin Gaye. Meski hanya satu kali, tembakan itu rupanya mengenai jantung Marvin Gaye.

Marvin Gaye sempat dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan pertolongan. Tapi, luka tembak yang mengenai jantungnya membuat Marvin Gaye menghembuskan napas terakhir pada 1 April 1984 di California, Amerika Serikat.

Baca juga : Sejarah Terbentuknya Grup Peterpan

Elvis Presley

Elvis Presley dikenal sebagai raja Rock n roll. Pelantun “Can’t Help This Falling Love” ini, meninggal di tahun 1977. Kematian Elvis Presley meninggalkan sejuta kesedihan di hati para penggemar.
Hingga saat ini, Elvis Presley masih menyisakan kenangan. Bahkan, belum ada penyanyi lain yang bisa melampaui popularitas dan sepak terjang sang raja.

Saat meninggal dunia, Elvis Presley belum lama berpisah dari istrinya, Priscillia. Dari pernikahan itu, Priscilla dan Elvis Presley mendapatkan satu orang anak yang diberi nama Lisa-Marie yang lahir 1968. Priscilla mengaku sosok Elvis Presley selalu melekat di dalam ingatannya.

Jimi Hendrix

Jimi Hendrix meninggal pada 18 September 1970 itu dinobatkan sebagai gitaris terhebat sepanjang masa. Jimi Hendrix diakui sebagai salah satu kaum revolusioner sejati dalam bermain gitar. Ia sering disebut sebagai salah satu pemain gitar listrik paling berpengaruh dalam sejarah musik rock.

Jimi Hendrix diakui sebagai salah satu kaum revolusioner sejati dalam bermain gitar. Jimi Hendrix mengembuskan nafas terakhirnya, di Inggris. Ia ditemukan tewas setelah tersedak muntahannya sendiri akibat ketergantungan obat dan alkohol.

Jimi Hendrix memenangkan banyak penghargaan musik rock paling bergengsi dalam hidupnya. Bahkan, setelah kematiannya, ia mendapatkan banyak penghargaan, termasuk dilantik ke US Rock and Roll Hall of Fame pada tahun 1992 dan Music Hall of Fame Inggris pada tahun 2005.

Michael Jackson

Michael Jackson tutup usia pada Juni 2009 silam akibat dugaan overdosis obat. Kematian penyanyi yang disebut dengan King of Pop itu sungguh mengejutkan publik. Sebelumnya, Michael Jackson terlihat sehat saat latihan untuk konsernya di Los Angeles, Amerika Serikat pada Juli 2009.

Meski telah cukup lama, kabar mengenai Michael Jackson masih terus menjadi perhatian. Album-album Michael Jackson juga memegang gelar sebagai album dengan penjualan terlaris sepanjang masa, yang sampai hari ini masih belum bisa dikalahkan oleh artis mana pun juga. Michael Jackson berusia 51 tahun saat meninggal berencana memberikan kejutan untuk fans setianya.

Saat itu, raja musik pop ini sedang menyiapkan konser “This Is It” yang digadang-gadang akan mengembalikan nama besarnya. Kematiannya membuat dunia berduka, dan upacara pemakamannya ditayangkan secara internasional.

Kurt Cobain

Kematian Kurt Cobain 8 April 1994 silam menghebohkan publik. Kurt Cobain dianggap sebagai pendobrak aliran musik baru di industri hiburan, memperkenalkan jenis musik grunge.

Saat itu, nama Kurt Cobain tengah berada di puncak popularitas dengan band Nirvana. Kematiannya pun dianggap tragis. Kurt Cobain diperkirakan telah meninggal tiga hari sebelum jenazahnya ditemukan, tepatnya tanggal 5 April 1994.

Konsentrasi tinggi heroin dan valium juga ditemukan dari tubuhnya. Tentu saja drugs yang dikonsumsinya saat itu juga berkemungkinan menjadi penyebab meninggalnya ayah dari seorang anak bernama Frances Bean Cobain ini.

 

peterpan

Sejarah Terbentuknya Grup Peterpan

Forummusikindo.com – Sahabat forum musik indo kali ini kita akan membahas grup band yang gak asing lagi di telinga para muda mudi saat ini yaitu Peterpen. Peterpan telah menganti nama menjadi Noah namun itu malah membuat grup ini semakin di kenal publik saat ini.

Perjalanan Karir Peterpan Band

 

Pada tahun 1997, awalnya bernamaTopi ketika Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.

Andika mengumpulkan kembali personel Topi di tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklahLoekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.

Perjalanan profesional peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O’Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti l Nirvana, Pearl Jam, Cold play, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Kang Noey (basis Java Jive) yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, “Sahabat”, “Mimpi Yang Sempurna”, dan “Taman Langit”, terpilih lagu “Mimpi Yang Sempurna” untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.

Baca juga : Penyanyi Legendaris Kesulitan Kolaborasi

Perusahaan rekaman Musica Studios pun tak melewatkan potensi peterpan. Musica mempercepat pengajuan kontrak untuk debut album peterpan. Akhirnya debut album peterpan bertajuk Taman Langit dirilis bulan Juni 2003. Tak dinyana, album itu mampu terjual di atas angka 650.000 kopi. Atas prestasi tersebut, mereka menerima Multi Platinum untuk album Taman Langit.

Tak hanya jumlah penjualan, peterpan juga sukses mencetak rekor konser maraton di enam provinsi dalam tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004. Konser bertajuk “LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record” itu dimulai di Medan, Sumatra Utara sekitar pukul 07.55 sampai 08.40 WIB. Dari sana, mereka lalu melanjutkan di Padang, Sumatra Barat sekitar pukul 10.45 hingga 11.30 WIB. Pada jam 12.55 hingga 13.40 WIB, Peterpan konser di Pekanbaru, Riau, terus Lampung pada jam 16.25 sampai 17.10 WIB. Ariel lantas membuka konser di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.45 dan berakhir pada 20.30 WIB. Konser Peterpan ditutup di Surabaya sekitar pukul 22.15 sampai 23.00 WIB. Atas prestasinya ini, mereka berhak dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Pada Agustus 2004, Peterpan merilis album ke-2 bertajuk Bintang di Surga. Album itu telah terjual 350.000 kopi dalam waktu 2 minggu setelah rilis dan pada awal Januari 2005 telah mencapai 1,7 juta kopi.[3] Pada Februari 2005, penjualan album ini mencapai 2 juta kopi.Dan menurut catatan, album ini mampu terjual sebanyak 3 juta kopi.

Di awal tahun 2005, Peterpan meraih penghargaan sebagai artis favorit Indonesia di MTV Asia Aid pada tanggal 9 Februari 2005 di Bangkok. Dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2005, Peterpan menempati urutan teratas nominasi dengan memperoleh 11 nominasi. Empat di antaranya dicetak lewat lagu “Ada Apa Denganmu”. Dari 11 nominasi itu, Peterpan mendapat 7 penghargaan, antara lain untuk “band terbaik”, “album terbaik”, “grafis desain album terbaik” dan “karya produksi terbaik”, karena album Bintang di Surga. ada ajang SCTV Music Awards 2005, Peterpan mendapat penghargaan di kategori “Album Pop Group Ngetop”‘ dan “Lagu Paling Ngetop”.

Di tahun 2005, Peterpan kembali merilis 2 album yaitu : VCD Untuk Sahabat Peterpan yang berisi Orginal VCD Karaoke termasuk video klip serta dokumentasi saat mereka melakukan pemecahan rekor konser selama 24 jam di 6 kota.dan album jalur suara film Alexandria.

Keluar nya Andika dan Indra dari Peterpan Band
Pada tanggal 4 November 2006, Andika dan Indra, resmi keluar dari anggota band. Kedua mantan personil ini pada akhirnya membentuk kelompok lainnya yang diberi nama The Titans.

Pasca keluarnya Andika dan Indra, posisi mereka ditempati oleh dua pemusik tambahan, yaitu Lucky dan David. Dengan formasi tambahan ini, Peterpan merilis, Hari yang Cerah. Acara launching album ini juga dibuat lain karena dilakukan di dua negara. Di RUUMS Kuala Lumpur pada 25 Mei 2007 setelah itu di Bandung di Monumen Pahlawan Gazebo dan disiarkan secara live di 6 stasiun televisi.

Album ini diklaim sebagai album terakhir mereka dengan nama “Peterpan”. Ariel mengklaim bahwa pada akhirnya mereka akan melepaskan nama Peterpan dan menggunakan nama lainnya.

Meski tanpa foramsi utuh seperti dulu, peterpan masih mampu memperlihatkan ‘taring’nya. Di bulan September 2007, mereka mendapat kehormatan untuk mengikuti acara “Song Festival” di Korea Selatan.Sebelumnnya, peterpan juga masih mampu mengantongi penghargaan sebagai Best Favorite Artis Indonesia MTV Asia Award 2006 dan Album Pop Group Ngetop SCTV Music Award 2006.

abid g ade

Penyanyi Legendaris Kesulitan Kolaborasi

Forummusikindo.com – Penyanyi legendaris atau profesional satu ini adalah Ebiet G Ade. Kali ini penyanyi yang satu ini mengakui bahwa dirinya kesulitan kolaborasi dengan penyanyi lain. Penyanyi senior Ebiet G Ade sangat jarang berkolaborasi dengan musisi lain sepanjang 40 tahun berkarier di industri musik. Ayah penyanyi Aderaprabu Lantip Trengginas alias Adera ini mengungkapkan alasannya.

“Saya orang yang sulit diajak bekerja sama. Mungkin karena karakter saya yang kuat,” ujar Ebiet di Arjuna Cafè & Photo Studio, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Ada beberapa penyanyi yang ingin mengajaknya berduet, namun Ebiet termasuk orang yang enggan mengikuti kemauan orang lain untuk mengatur lagu yang dibawakannya.

Menurut Ebiet, penyanyi tersebut yang harus mengikuti kemauannya. Hal yang sama berlaku ketika Ebiet berkolaborasi dengan anaknya, Adera, untuk perilisan ulang lagu ” Untuk Kita Renungkan”, yang dicipta dan dipopulerkan Ebiet.

Perbedaannya, Ebiet menyerahkan proses aransemen musik kepada Adera dengan warna musik masa kini yang lebih ngepop.

“Memang saya yang coba mengikuti Adera, makanya dia yang take vokal pertama, kemudian saya mengikuti,” kata Ebiet.

Baca juga : Lagu K-Pop Terinspirasi Dari Pengalaman

Lagu “Untuk Kita Renungkan” diciptakan Ebiet pada 1982. Saat itu, Ebiet membuatnya setelah terjadi bencana meletusnya Gunung Galunggung.

“Kolaborasi saya dengan Adera adalah kolaborasi yang humanis. Ayah ajak anak menyanyi atau anak ajak ayah bernyanyi. Ini lagu saya yang mengajak kebaikan,” ujar Ebiet.

Meskipun lagu “Untuk Kita Renungkan” cukup kuat dengan karakter vokalnya, Ebiet tidak mau menarik Adera ke lagu miliknya.

“Sulit sekali. Saya berpikir kalau penyanyi, anaknya nyanyi, itu tidak harus ikut gaya bapaknya. ‘Kalian kalau jadi penyanyi yang mandiri, lagu karakter sendiri’. Saya yang mencoba melaraskan diri ke Adera,” kata Ebiet.

Sementara itu, Adera mengaku sudah menanti-nanti bisa menyanyikan lagu ayahnya selama delapan tahun berkarier di industri musik. Ia baru merasa percaya diri untuk menyanyikan lagu ayahnya.

“Aku menjadi penyanyi enggak mau jadi Ebiet junior atau kepapa-papaan, enggak mau ada embel-embel Papa. Sekarang aku sudah mulai percaya diri, aku sudah mau matang, kalau papa matang sudah lama,” kata Adera sambil bercanda ke ayahnya.

Lebih lanjut Ebiet mengatakan, lagu ini dirilis sebagai wujud untuk menunjukkan rasa cintanya terhadap Tanah Air. Ebiet ingin lagu “Untuk Kita Renungkan” bisa menjadi angin segar yang mempersatukan rakyat Indonesia di tengah situasi perbedaan pandangan politik,” kata Ebiet.

iva lola

Jadi Perbincangan Publik Lagu Iva Lola

Forummusikindo.com – Musisi dangdut kembali menarik perhatian publik kembali. Kali ini musisi wanita yaitu Iva Lola mengemparkan publik hingga menjadi bahan pembicaraan seluru masyarakat pecinta music dangdut.  Musik dangdut kini kembali menjadi musik nomor satu di Tanah Air, dengan sederet artis ternama dan lagu-lagunya yang viral. Siti Badriah dengan “Lagi Syantik” atau Nella Kharisma dengan “Jaran Goyang” menjadi contohnya.

Namun di balik itu, masih ada lagu-lagu dangdut yang menimbulkan kontroversi. Hal itu timbul bisa saja dari penampilan si penyanyi yang kelewat seronok, atau konten lagu yang dianggap terlalu vulgar. Beberapa tahun lalu, lagu “Kuhamil Duluan” sempat dikecam dan dilarang beredar di sejumlah kota di Indonesia. Kini, lagu yang mengundang kontroversi kembali muncul dengan judul “Atas Bawah”.

Lagu “Atas Bawah” dinyanyikan oleh penyanyi dangdut Iva Lola, yang sebelumnya memakai nama Iva Novanda, mantan personel Trio Macan. Sesuai judulnya, lagu tersebut dianggap telalu vulgar karena menjurus pada hubungan intim antara perempuan dan laki-laki. Lagu “Atas Bawah” dirilis sejak 9 Desember 2018 di YouTube. Lagu tersebut sudah ditonton lebih dari 400 ribu kali. Namun di kolom komentar, warganet pun menyampaikan pro dan kontra terhadap lagu tersebut.

Banyak yang menganggap lagu tersebut terlalu vulgar. Tapi tak sedikit juga yang menilai lagu tersebut hanya sekadar lucu-lucuan. Namun yang menarik, rupanya banyak orang yang mendengarkan lagu “Atas Bawah” di YouTube karena banyaknya pengguna akun Tik Tok yang memparodikan lagu tersebut.

Baca juga : 6 Musisi Jazz Indonesia yang berbakat

“Gara-gara rame tik tok langsung ke sini,” kata pemilik akun Emi Sabdojati Febriani.

“Waduh ini lagu haha viral di Tik Tok, suka reff-nya aja bagus,” kata pemilik akun Denny Melomania OFFC.

“Gue nyasar ke sini gara-gara Tik Tok,” timpal pemilik akun Regina Aldanial.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Iva Lola menganggap hal biasa mengenai pro dan kontra. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

“Sejauh ini yang Iva rasain, tanggapannya positif kok. Kalau Iva show, banyak yang suka lagu ‘Atas Bawah’. Tapi kalau ada yang kontra, Iva nggak bisa bilang apa-apa. Iva menyerahkan semuanya kepada masyarakat yang menilai,” kata Iva.