adik

Kedua Adik Mendiang Julia Perez

Forummusikindo.com – Nia Anggi dan Della Perez, dua adik perempuan dari artis serba bisa Julia Perez (Jupe), sekali lagi ada di industri musik dangdut negara ketika D’Perez melanjutkan. Setelah jeda panjang setelah kematian kakak laki-lakinya, Julia Perez, duo anggota D’Perez yang tersisa akhirnya merilis single baru, Dimanja Kamooh. Bahkan, setelah kematian Jupe pada 2017, nasib D’Perez menjadi tidak jelas. Dua saudara perempuan Jupe, Nia dan Della Pérez, mengatakan bahwa mereka kehilangan arah dan antusiasme untuk bekerja lagi dalam musik. Namun, kehadiran dan dukungan Ruben Onsu, yang merupakan teman dekat Jupe, menjadi dorongan bagi Nia dan Della untuk menjadi ayah satu-satunya Dimanja Kamooh.

“Jupe sudah menitipkan adik-adiknya kepada Ruben, tolong dijaga mereka. Makanya Ruben mau lihat D’Perez eksis lagi. Ruben sudah kayak kakak kita sendiri, dia mirip sekali dengan Jupe, dari mulai perhatiannya sampai kalau dia sedang marah. Yang membedakan mereka cuma jenis kelaminnya saja,” kata Della Perez saat berbincang dengan SINDO dalam kunjungan ke MNC Media di iNews Tower, Kebon Sirih, belum lama ini.

Dimanjah Kamooh merupakan titik balik D’Perez dalam industri musik Indonesia. Kali terakhir D’Perez melakukan rekaman untuk lagu “Kudapat dari Emak” pada 2016. “Saya suka lagunya karena cocok dengan kita para wanita yang suka dimanja laki-laki,” tutur Della Perez.

Awalnya Nia Perez belum yakin jika Dimanjah Kamoooh menjadi lagu yang dinyanyikan oleh D’Perez. “Buat saya harus dikonsepkan dengan matang apalagi kita cuma berdua tanpa Jupe,” kelit Nia Perez.

Namun Della Perez mengingat pesan yang pernah disampaikan oleh Julia Perez bahwa kesempatan itu tidak datang dua kali. “(Jadi) kami berdua harus selalu percaya diri dalam kondisi apa pun, makanya akhirnya kita berani untuk rekaman lagu ini,” kenang Della Perez.

Baca juga : Justin Bieber Janji Akan Bermusik Lagi

Saat proses rekaman pun tidak ada rasa gugup yang melanda D’Perez, setelah tiga tahun lamanya tidak masuk studio rekaman. Mereka pun tidak melakukan persiapan, seperti melatih vokal terlebih dahulu sebelum menjalani proses rekaman.

Meski kembali hadir di belantikan musik dangdut dengan nama D’Perez, baik Nia dan Della dengan kompak membantah jika mereka mendompleng nama mendiang kakak mereka. “Adik-adik Jupe walau enggak ada lagi almarhumah, kita berdua masih meneruskan dalam berkarya. Kita enggak munafik bilang enggak mau nebeng, memang kenyataan begitu,” tandas Nia Anggi.

“Kita mengikuti jejak kenangan karya seperti dia, kalau munafik seperti itu kan enggak mungkin jadi kalau kita amanah harus dijalankan Insya Allah dengan meneruskan nama Jupe ini akan terus harum nama dia,” sahut Nia.

Lebih Jauh, Nia mengisahkan bahwa D’Perez ini dibentuk sendiri oleh Jupe setelah mengidap penyakit kanker serviks. Jupe yang kembali dari pengobatan di Singapura itu pun melihat kehadiran lengkap dua adiknya. Dari situlah, pelantun lagu Belah Duren itu berinisiatif untuk membuat trio bersama dua adik perempuannya. Kini, sepeninggal Jupe, Nia dan Della tetap meneruskan karier sang kakak di dunia musik dangdut.

humania

Humania Siapkan Banyak Rencana

Forummusikindo.com – Sahabat forum musik indo berita kali ini membahas Humania yang telah lama vakum dari dunia music. apakah kali ini dia akan merilis lagu baru kembali mari kita baca cuplikan di bawah ini.

Setelah merilis single All Sama, Humania juga mengundang pecinta musik dan penggemar dari Indonesia untuk mengingat single. Ini menjadi hit di tahun 1990-an. Musik jazz, blues, dan reggae bertema manusiawi hadir dengan warna berbeda. Humania mencoba mengulangi kesuksesan itu dengan meluncurkan kembali singel untuk menjawab kerinduan para penggemar, sambil mempersembahkan karya-karya Humania kepada generasi muda yang tidak memiliki kesempatan untuk mendengarkan atau mengetahui.

“Lagu Terserah yang di relaunch ini adalah lagu dengan versi orisinial yang di remastered khusus untuk semua digital platform. Ide awalnya adalah karena album back catalogs (album Terserah 1994, album Sahabat Lama 1996, dan album Interaksi 2000) belum pernah diedarkan secara digital,” kata Eki.

Baca juga : Justin Bieber Janji Akan Bermusik Lagi

Meski single Terserah merupakan single lama yang dirilis kembali, namun dalam proses produksinya Humania sempat mengalami kesulitan. Banyak tantangan yang harus dihadapi lantaran master lagu tersebut sudah berusia 25 tahun dan sudah tidak ada data aslinya.

“Jujur tantangan yang dihadapi cukup besar karena master lagu ini sudah 25 tahun lalu dan data aslinya sudah tidak ada, kami pernah membuat versi lainnya tapi biar bagaimanapun yang versi original kami rasa tetap yang terbaik jadi kami coba remastered kembali,” tuturnya.

Selain remastered single Terserah, Humania juga akan membuat remastered lagu lain dari album Terserah, Sahabat Lama, dan Interaksi. Untuk proses produksi lagu pun tak tanggung-tanggung, Eki Puradiredja dan Heru Singgih menggandeng sound engineer asal Inggris yaitu Simon Cotsworth untuk seluruh lagu yang di remastered.

Humania juga berencana memproduksi dan merilis lagu hit lainnya dengan aransemen baru dan berbeda. Harapannya, masyarakat bisa mengingatkan kembali lagu-lagu Humania dan sebagai katalog dalam versi digital supaya bisa dinikmati oleh pendengar saat ini.

“Saya rasa temanya juga masih relevan di kehidupan anak muda jaman sekarang,” tambah ujarnya.

music

Yovie Ketika Di Ruang Tengah Indonesia

Forummusikindo.com – Yovie Widianto akhirnya mengungkapkan kelahiran satu-satunya Heart of Indonesia yang dibuat dengan Ruang Media Indonesia. Dia mengatakan bahwa apa yang dia lakukan tidak terlepas dari suhu politik Indonesia yang semakin memanas. Melalui Ruang Tengah Indonesia, Yovie menciptakan forum untuk berterima kasih dan merayakan rahmat Tuhan dengan berbagi kisah-kisah bijak dan inspiratif dari seluruh negeri untuk saling mencintai.

“Ruang Tengah Indonesia tidak saja untuk pilpres, tapi lebih kepada kumpulnya orang-orang kreatif, orang-orang yang menyayangi Indonesia apapun bentuknya. Kita tidak terbawa dalam dinamika pilpres saat ini. Tapi kita berusaha mengajak para pendukung capres dan cawapres untuk lebih tenang dan mengademkan suasana pilpres ini,” kata Yovie.
“Dan lagu Hatiku Indonesia adalah karya dari Nino Kayam, Febri, dan saya. Kita sebenarnya cuma ingin share melalui lagu ini semoga bisa menginspirasi untuk saling menyayangi,” sambung Yovie.

Dilihat dari judul lagunya, single Hatiku Indonesia ini menggambarkan kecintaan pada Tanah Air yang selama ini mungkin tidak disadari masyarakat bahwa Indonesia kaya akan alamnya, seni dan budaya, termasuk kearifan lokal.

Video klip yang ditampilkan pun memperlihatkan kekayaan Indonesia. bahkan, lagu Hatiku Indonesia yang juga diaransemen ulang oleh youtuber Eka Gustiwana ini bisa dinikmati di YouTube. Eka membantu dalam proses visualisasi. Beberapa potong gambar budaya Indonesia dikumpulkan, termasuk, bunyi-bunyian alat musik tradisional seperti gamelan, angklung, dan sasando.

Baca juga : Sosok Penyanyi Yang Mengukir Sejarah

“Terkadang kita lupa bersyukur akan apa yang kita punya. Indonesia yang Indah salah satunya. Karena terlalu sibuk dengan kegiatan sehari hari, jadi kita sampai lupa,” kata Yovie.
Ruang Tengah Indonesia ini dibuat Yovie awal Februari lalu dengan membuat akun Instagram CQRuangTengahlndonesia. Dia kemudian mengajak rekan musisi dan artis untuk bergabung, antara lain Febri HlVI!, Nino RAN, Andien, dan Prisa Nasution, termasuk juga Eka Gustiwana.

“Layaknya sebuah ruang tengah keluarga, siapapun berhak mengeluarkan isi hatinya dan didengar. Di tempat ini kita berkumpul, berkelakar, berdendang, sambil melantunkan harapan-harapan indah untuk negeri yang kita sayangi ini,” jelas Yovie.