Kakak Adik Yang Berkarier Jadi Penyanyi

Kakak Adik Yang Berkarier Jadi Penyanyi

Forummusikindo.com – Biasanya, talenta musik diperoleh secara turun-menurun. Maka dari itu, kamu sering melihat kakak adik yang sama-sama terjun di dunia permusikan. Namun, keduanya lebih sering saling mendukung satu sama lain, daripada berkompetisi untuk menjadi yang terbaik. Di Indonesia, kamu bisa menemukan beberapa penyanyi yang ternyata memiliki hubungan darah. Suara keduanya, biasanya sangat mirip, apalagi saat berduet! Yuk, cari tahu siapa aja sih kakak adik yang jadi penyanyi Indonesia?

1. Rara Sekar dan Isyana Sarasvati
Isyana Sarasvati, penyanyi Indonesia yang namanya melambung sejak single pertama berjudul Keep Being You pada tahun 2014. Ternyata, ia memiliki seorang kakak perempuan yang berprofesi sebagai penyanyi juga, Rara Sekar. Kakak Isyana ini pernah tergabung dalam kelompok musik indie bersama Ananda Badudu, yakni Banda Neira.

Banda Neira telah ada sejak tahun 2012, tetapi berakhir pada tahun 2016. Kini, Rara Sekar tergabung dalam suatu project, bernama Daramuda dengan Danilla dan Sandrayati Fay. Tak hanya itu, Isyana dan Rara juga pernah berduet untuk mengisi soundtrack film Milly dan Mamet, dengan lagu berjudul Luruh.

2. Yuni Shara dan Krisdayanti
Buat kamu yang menggemari lagu-lagu hits legendaris, pasti tidak asing dengan nama Yuni Shara dan Krisdayanti. Yuni Shara telah mewarnai kancah permusikan Indonesia dengan album pertamanya pada tahun 1991. Sedangkan, Krisdayanti sendiri hadir sejak tahun 1987 dengan album pertamanya berjudul Biasa Saja.

Pada tahun 2011, Krisdayanti, Yuni Shara dan Iis Dahlia merilis lagu berjudul Nurlela. Duet ketiga penyanyi ini mendapat pujian, karena karakteristik suara yang berbeda-beda. Kini, Krisdayanti masih disibukkan dengan manggung di berbagai kota, begitu juga Yuni Shara.

3. Vidi Aldiano dan Vadi Akbar
Vidi Aldiano telah berhasil menarik masyarakat Indonesia dengan debut lagunya yang berjudul Nuansa Bening pada tahun 2009. Ia tak hanya berhasil mengeluarkan empat album, melainkan juga sempat bermain dalam serial televisi Stereo.

Pada tahun 2014, jejak kesuksesan Vidi Aldiano diikuti oleh adiknya, Vadi Akbar. Laki-laki kelahiran 1995 ini, mengeluarkan single pertamanya yang berjudul Jangan Salah. Bila Vidi Aldiano memilih pop sebagai genre lagunya, Vadi lebih pada jazz dan swing. Keduanya memiliki lagu yang sama-sama easy listening, lho!

4. Dewi Lestari dan Arina Ephipania (Mocca)
Siapa yang tidak mengenal Dewi Lestari? Sosok penyanyi sekaligus penulis novel ini sangat terkenal di Indonesia. Awal mulanya, Dewi Lestari tergabung dengan trio penyanyi bernama RSD, bersama Rida Farida dan Sita Nursanti yang bubar pada tahun 2003. Dewi Lestari atau biasa dipanggil Dee merilis album solonya pada tahun 2006 dan 2008.

Kalau kamu penggemar musisi indie, pasti sering mendengar nama Mocca. Band dengan vokalis bernama Arina Ephipania ini berdiri sejak tahun 1997. Ternyata, sang vokalis adalah adik dari Dewi Lestari. Keduanya pernah berduet dalam album Rectoverso milik Dewi Lestari pada tahun 2018 dengan lagu berjudul Aku Ada.

5. Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru (GAC)
GAC, kelompok musik yang terkenal lewat Youtube ini dikabarkan akan segera menyelenggarakan goodbye stage di akhir Agustus mendatang, seperti dilansir dari Twitter milik Gamaliel. Dua dari tiga anggota GAC adalah kakak-adik, Gamaliel dan Audrey.

Keduanya lahir dari keluarga dengan talenta musik yang mumpuni. Awal mulanya, Gamaliel dan Audrey memiliki channel YouTube yang digunakan untuk menunjukkan talenta bermusik mereka. Meskipun bermula dari iseng, mereka memutuskan mengajak Cantika untuk bergabung menjadi GAC.

Baca Juga : Beberapa Musikus Legendaris Indonesia

6. Katon Bagaskara dan Nugie
Katon Bagaskara, penyanyi legendaris yang tergabung dalam KLa Project ini memiliki adik laki-laki bernama Nugie. Bila sang kakak memulai karier dengan KLa Project pada tahun 1988, Nugie merilis album pertamanya pada tahun 1995. Keduanya saling mendukung karir masing-masing, bahkan Katon sempat membantu karir bermusik Nugie dengan menjadi produsernya.

Kamu pasti telah sering mendengar lagu hits milik KLa Project, mulai dari Yogyakarta hingga Tak Bisa ke Lain Hati. Tak kalah hits dengan sang kakak, Nugie juga mengeluarkan lagu yang sangat diingat penggemar musik Indonesia, berjudul Burung Gereja.

7. Petra Sihombing dan Ben Sihombing
Pada tahun 2009, Petra Sihombing merilis album berjudul sama dengan namanya. Namun, kamu mungkin lebih mengenal lagu hits miliknya berjudul Mine yang dirilis pada tahun 2014. Menariknya, sebagian dari kamu mungkin tidak sadar bahwa lagu tersebut hasil duet dari Petra dan Ben.

Ben Sihombing sendiri pertama kali merilis single miliknya berjudul Set Me Free pada tahun 2016. Karier bermusik kekasih Cindercella ini sebagian besar diproduseri oleh sang kakak, Petra Sihombing. Keduanya saling membantu untuk menciptakan karya-karya yang berkesan, lho!

Beberapa Musikus Legendaris Indonesia

Beberapa Musikus Legendaris Indonesia

Forummusikindo.com – Bulan Maret merupakan Hari Musik Nasional. Alasan Tanggal 9 Maret dipilih sebagai Hari Musik Nasional, karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan hari lahirnya pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, yaitu Wage Rudolf Soepratman. Wage Rudolf Soepratman atau lebih dikenal sebagai W.R. Soepratman lahir pada tanggal 9 Maret 1908, dan wafat di tahun 1938. Beliau tak sempat mendengarkan lagu ciptaannya yang dinyanyikan pada saat Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Dari Musisi Legendaris Indonesia di bawah ini mungkin karyanya ada yang melekat di hati kamu:

1. Chrisye
Kamu pastinya lebih hafal banget deh, lirik-lirik dari lagu Om Chrisye. Seperti Galih dan Ratna, Lilin-lilin Kecil, Seperti Yang Kau Minta, Badai Pasti Berlalu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Ebiet G Ade
Adalah Abdul Gafar Abdullah atau yang lebih dikenal Ebiet G Ade, karya lagunya lebih banyak menceritakan tentang nestapa dan tentang alam. Coba kamu resapi lebih dalam lagi gaya penulisan lirik dalam lagunya. Contohnya dalam lirik di lagu berita kepada kawan.

Bagaimana, apakah kamu bisa menyimpulkan maksud dari lirik tersebut.

Atau kamu nanti bisa coba bertanya pada rumput yang bergoyang deh!

3. Iwan Fals
Iwan Fals dengan nama asli Virgiawan Listanto, sebagain besar lagunya tentang suara hati dari rakyat kecil kepada pemerintah. OI (Orang Indonesia) merupakan wadah dari para penggemar Iwan Fals.

Oemar Bakri, Bento, Manusia Setengah Dewa, Surat Buat Wakil Rakyat, merupakan lagu yang biasanya melekat di hati para pendengarnya.

4. Rhoma Irama
Rhoma Irama merupakan musisi dangdut senior dan memiliki gelar sebagai Raja Dangdut. Beliau berdakwah lewat lagu.

Coba kamu dengarkan saja lagu yang berjudul Judi, Mirasantika dan Haram.

5. Titiek Puspa
Titiek Puspa merupakan musisi legendaris yang lahir pada tanggal 1 Nopember 1937.

Lagu terpopulernya kini banyak di nyanyikan kembali, seperti; Kupu-Kupu Malam, Apanya Dong, Marilah Kemari dan lainnya.

6. Mbah Surip
Urip Achmad Rijanto atau yang lebih dikenal dengan Mbah Surip lahir di Mojokerto, pada tanggal 6 Mei 1957. Beliau meninggal pada tanggal 4 Agustus 2009.

Mbah Surip dengan gaya tawanya yang khas ini memiliki jargon I love you full!
Lagu I Love You Full, Tak Gendong dan Bangun Tidur merupakan lagu terpopulernya.

7. Bimbo
Bimbo merupakan kelompok musik yang tergabung dalam Bimbo bersaudara. Terdiri dari Sam Bimbo, Acil Bimbol, Jaka Bimbo, dan kemudian menyusul adik perempuan mereka yaitu Iin Parlina.

Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya,Tuhan, Bermata Tapi Tak Melihat, Sajadah Panjang merupakan lagu terpopuler mereka.

Dalam musiknya, liriknya diadopsi dari puisi. Seperti lagu Sajadah Panjang, yang merupakan musikalisasi puisi dari karya Taufiq Ismail.

Baca Juga : Penyanyi Yang Pernah Tidak Lolos Ajang Pencarian Bakat

8. God Bless
Grup Rock Indonesia ini yang ketika itu menjadi band pembuka, ketika Deep Purple mengguncang Jakarta pada tahun1975.

Lagunya sepeti Semut Hitam dan Rumah Kita, tak akan lekang oleh waktu ketika kamu mendengarkannya.

9. Gombloh
Sudjarwo Sumarsono atau yang dikenal dengan Gombloh, adalah pencipta lagu balada sejati.
Lagunya yang berjudul Kebyar Kebyar, seolah menjadi lagu nasional yang sering di perdengarkan.

Coba kamu dengarkan lagunya yang berjudul Kebyar Kebyar.
Bagaimana, membangkitkan rasa nasionalisme kamu dan membuat kamu semakin cinta negeri ini, bukan?

10. Koes Plus
Karya lagu-lagunya dari Koes Plus ini sangat fenomenal, serta easy listening. Kamu gak perlu denger berkali-kali untuk menghapal liriknya.

Sebut saja seperti lagu Kolam Susu, Buat Apa Susah, Andaikan Kau Datang, Manis dan Sayang, dan masih banyak lagu-lagunya yang melekat di hati.

Semakin banyaknya pemain di S128 live, maka sebuah solusi untuk lebih mudah pemain dalam memasang taruhan judi adu ayam s128 asia tersebut akan selalu di buat dan diperbarui oleh situs S128 tersebut. Untuk memanjakan pemain judi sabung ayam online di asia termasuk indonesia. Permainan laga ayam ini memang sangat viral dan semakin banyak peminat yang bermain, karena permainan sabung ayam ini sebenarnya sudah menjadi aktifitas oleh masyarakat indonesia sehari-hari.

DOWNLOAD S128 Apk – APLIKASI S128 LIVE APK– Aplikasi Sabung Ayam S128 Live APK Download Android Asia yang kini dalam memasang taruhan sabung ayam S128 sudah bisa dengan mudah Anda mainkan di perangkat smartphone Android milik anda, Silahkan langsung Download Aplikasi S128 Android Live melalui Link URL yang tersedia http://162.241.233.33/download-aplikasi-s128-android-dan-ios/ Tentu ini di rilis oleh situs resmi S128.net untuk mempermudah pemain dan memberikan fasilitas yang lebih membuat pemain merasa lebih puas dalam bermain dengan menggunakan s128 apk android

Abeliano Terinspirasi Garap Single Perdana

Abeliano Terinspirasi Garap Single Perdana

Forummusikindo.com – Penyanyi muda bernama abeliano Marchi Tamala yang akrab dipanggil Abeliano, memulai debutnya sebagai penyanyi dengan single “Now That You’re Gone”. Single tersebut dirilis pada akhir pekan lalu di Jakarta.

Masih berusia 18 tahun, Abeliano sudah mampu menunjukkan keahliannya sebagai musikus multi talenta. Bahkan, penulis dan komposer lagu perdananya ini adalah Abeliano sendiri.

“Now That You’re Gone” merupakan lagu Abeliano yang beraliran pop dengan tema cinta. Liriknya menceritakan seorang pria yang pernah mencintai seseorang wanita. Pria ini memberikan seluruh kasih sayangnya dengan harapan agar sang wanita kelak akan menjadi jodohnya.

Namun wanita tersebut tiba-tiba menghilang dan meninggalkan si pria dari hidupnya tanpa alasan. Sehingga si pria meluapkan penyesalannya. Ia lalu berkhayal dan memohon agar wanita tersebut kembali dan tidak meninggalkan dirinya.

Pengalaman Sendiri

Pria dalam lagu ini diibaratkan telah merasakan bahwa hari-hari yang ia jalani bersama wanita pujaannya merupakan perasaan unik yang tak akan ia lupa dan lepas begitu saja. Kini, pria tersebut harus menerima kenyataan dan mengakui bahwa kekasihnya telah pergi dan tidak akan kembali.

Baca Juga : Beberapa Fakta Menarik D’Masiv

Kepada wartawan, Abel mengaku bahwa lagunya ini terinspirasi dari pengalamannya sendiri. Di tengah kegundahannya, tiba-tiba saja terlintas ide untuk membuat lagu ini.

Lahir di Jakarta, 8 Maret 2001, Abel sudah mengenal musik sejak usia 3 tahun, Saat itu, ia suka berjoget dan bernyanyi bila mendengar lagu-lagu Bon Jovi, Westlife dan banyak lagi. usia 7 tahun ia diajarkan ayahnya bermusik.

Awalnya Ingin Main Sepak Bola

Penyanyi yang tergabung dalam management artis Ent-Inc ini awalnya ingin menjadi pemain sepakbola profesional. Abel pernah ikut berlatih di klub sepakbola di Belanda dan Spanyol. Ketatnya persaingan membuat Abel menekuni hobi bermusik.

Ketika usianya sudah 17 tahun, Abel menyadari bahwa bakatnya dalam bernyanyi harus terus diasah. Pada 2018, Abel mengikuti kursus vokal privat dengan penyanyi teater selama 2 bulan di Madrid, Spanyol.

Sejak itulah Abel mulai menulis lagu dan mendalami ilmu bermusiknya. Selain belajar vokal, instrumen musik lain yang dikuasainya adalah gitar dan drum. Hingga kini, telah banyak lagu yang diciptakan Abel dan akan direkam dalam bentuk single.

Heidi Kembali Merilis Lagu Berdasarkan Pengalaman Pribadinya

Heidi Kembali Merilis Lagu Berdasarkan Pengalaman Pribadinya

Forummusikindo.comPenyanyi muda Heidi, yang dikenal dengan julukannya di panggung “The Girl with the Hair”, menghasilkan karya terbaru dengan single “As Long As”. Sebelumnya, ia merilis single pertamanya “Soon Findland”, yang menceritakan suasana hatinya.

Kini, puteri kedua dari musisi Donny Aryanto itu kembali menulis sebuah single dengan tetap mengambil dari pengalaman pribadinya. Sama seperti debutnya, “As Long As” merupakan lagu yang diciptakan oleh Heidi sendiri. Single terbaru Heidi ini dikemas dengan menambahkan bermacam-macam elemen musik. Meskipun terkesan sedikit rapuh, namun isi dan inti lagu ini tetap menonjolkan sisi keberanian.

“As Long As” menceritakan perjalanan hidup Heidi dalam industri musik, baik itu selama menjadi musikus maupun kehidupannya sebagai seorang wanita biasa.

Menjadi Diri Sendiri
Di sini, Heidi ingin mengungkapkan bahwa dalam bersosialisasi, seseorang tidak perlu berubah dan harus tetap menjadi diri sendiri. Terutama dalam kapasitasnya sebagai musikus.

“Sebagai individu yang kreatif dan berbeda, saya selalu dibandingkan atau dipaskan dengan standar yang ada di masyarakat, yang sebetulnya hal tersebut dibentuk dari sekelompok individu dalam lingkungan kita atau social construct, yang menuntutnya untuk berubah,” kata Heidi dalam keterangannya kepada wartawan, baru-baru ini.

Heidi pun mengaku bahwa lagu ini diciptakannya karena selama hidupnya, ia merasa selalu dituntut untuk memenuhi ekspektasi yang berlebihan dari orang-orang di sekitarnya. Terlebih, dirinya yang seorang wanita malah dituntut untuk berbuat ini dan itu termasuk di dunia musik.

“As long as I wil be me, dalam artian jangan suruh-suruh saya dan jangan ubah-ubah, karena saya mau menjadi diri sendiri,” ujarnya saat menjabarkan definisi dari judul lagunya.

Baca juga : Noah Butuh 3 Tahun Selesaikan Lagu WanitaKu

Berbahasa Inggris
Menggunakan lirik berbahasa Inggris, lagu ini lebih bisa mengungkapkan perasaan dengan lebih jujur. Namun Heidi mengaku harus lebih berhati-hati dalam memilih diksi. Dengan alunan pure folk, lagu ini sedikit lebih ramai dari karya sebelumnya. Terdengar lebih country, bisa dibilang single “As Long As” ini lebih bernuansa Amerika. Lagu ini diharapkan dapat menyentuh para pendengar, terutama wanita yang punya pengalaman seperti dirinya, tidak dapat berbaur dengan lingkungan. Lewat “As Long As”, Heidi ingin membuat lagu yang jujur dari hati dan didedikasikan kepada orang-orang yang tertekan, minoritas, para perempuan yang bernasib sama dengan dirinya.

“Saya dedikasikan lagu ini kepada orang orang yang tertekan, minoritas, perempuan, misfits, musician, dykes, simply siapapun yang dibuat merasa oleh lagu ini, no matter the age, background, race. This song is to represent all,” terang Heidi.

Proses composing dan recording lagu ini turut dibantu oleh beberapa musikus dari Passion Vibes (Abe Belanegara & Abraham Edo) dan juga Tommy Utomo.